Pernahkah Anda melihat petugas menyiram lahan terbakar, tetapi asapnya tak kunjung hilang? Sebenarnya, air biasa sering gagal menembus tanah dan serasah yang kering. Di sinilah wetting agent berperan penting untuk karhutla. Selain itu, bahan ini membantu air bekerja lebih dalam, lebih cepat, dan lebih hemat. Oleh karena itu, artikel ini menjelaskan pengertian, alasan pentingnya, dan cara pakainya secara sederhana.
Mengenal Apa Itu Wetting Agent

Pertama, kenali dulu bahan ini sebelum membahas manfaatnya. Berikut lima hal dasar yang perlu Anda ketahui tentang wetting agent untuk karhutla.
1. Zat Pembasah yang Bercampur dengan Air
Wetting agent adalah bahan kimia yang meningkatkan kemampuan air membasahi dan meresap. Petugas mencampurkannya ke dalam air sebelum menyemprot api. Dengan demikian, air biasa berubah menjadi cairan yang lebih efektif.
2. Bekerja dengan Menurunkan Tegangan Permukaan
Air biasa cenderung membentuk butiran dan menggelinding di permukaan kering. Namun, wetting agent menurunkan tegangan permukaan sehingga air menyebar rata. Akibatnya, cairan lebih mudah meresap ke bahan bakar.
3. Berisi Campuran Surfaktan
Wetting agent umumnya berupa campuran beberapa bahan, termasuk surfaktan yang larut dalam air. Surfaktan inilah yang meningkatkan daya basah cairan. Selain itu, produsen biasanya menjual bahan ini dalam bentuk cairan pekat.
4. Umumnya Relatif Ramah Lingkungan
Banyak produk wetting agent memiliki tingkat keasaman netral. Karena itu, produk ini lebih lembut bagi lingkungan ketimbang beberapa cairan pemadam yang bersifat basa kuat. Meski begitu, Anda tetap perlu memeriksa data keamanan tiap produk.
5. Cocok untuk Api Bara, Kurang Cocok untuk Api Minyak
Wetting agent efektif pada api kayu, serasah, dan gambut yang membara. Sebaliknya, efeknya kurang baik pada kebakaran minyak dan dapur. Jadi, bahan ini memang cocok untuk karhutla, bukan semua jenis api.
Kenapa Wetting Agent Penting Dalam Penanganan Karhutla

Selanjutnya, mari lihat alasan para peneliti dan petugas mulai memakai bahan ini. Berikut enam alasan yang menunjukkan nilai wetting agent untuk karhutla.
1. Lantai Hutan dan Gambut Kering Menolak Air
Serasah dan gambut yang kering bersifat hidrofobik, artinya sulit basah. Akibatnya, air hanya mengalir di permukaan tanpa mencapai bara. Penelitian di Eropa menyebut wetting agent sangat penting untuk kebakaran hutan dan gambut karena alasan ini.
2. Membantu Air Menembus Lebih Cepat
Wetting agent untuk karhutla mempercepat penetrasi air ke bahan yang terbakar. Dengan begitu, bara di bagian dalam ikut terkena pendinginan. Terutama, retakan kecil di tanah dapat terisi cairan.
3. Mengurangi Pemakaian Air dan Waktu
Tim peneliti di Palangka Raya menguji cairan pemadam berbasis sabun ramah lingkungan. Hasilnya, larutan itu lebih efektif daripada air saja dan mengurangi jumlah bahan serta waktu pemadaman. Karena itu, petugas bisa menghemat air saat kemarau.
4. Memperlambat Penjalaran Api
Cairan pembasah menekan laju perambatan api dan kekuatan pembakaran. Selain itu, bahan bakar yang sudah basah lebih sulit tersulut kembali. Dengan demikian, api tidak cepat meluas ke area sekitar.
5. Mencegah Api Muncul Kembali
Bara di dalam tanah sering menyala lagi setelah permukaan tampak padam. Namun, cairan yang meresap dalam mendinginkan bara lebih menyeluruh. Akibatnya, risiko kebakaran ulang bisa berkurang.
6. Membantu Menekan Asap
Pada kebakaran gambut, pemadaman dengan air biasa masih menyisakan asap. Sementara itu, pembasahan yang lebih dalam membantu mematikan bara penghasil asap. Oleh sebab itu, warga sekitar bisa terhindar dari kabut asap lebih cepat.
Baca Juga: Menjaga Kualitas Udara di Area Penambangan Batubara
Bagaimana Cara Penggunaannya untuk Pemadaman Karhutla

Berikutnya, terapkan langkah-langkah berikut agar hasilnya optimal. Selain itu, selalu ikuti petunjuk produsen wetting agent untuk karhutla karena tiap produk punya takaran berbeda.
1. Kenali Jenis Lahan dan Titik Api
Petugas perlu tahu apakah api membakar serasah, semak, atau gambut. Oleh karena itu, cari titik panas lebih dulu, misalnya dengan drone termal. Dengan begitu, cairan langsung menyasar bara yang tersembunyi.
2. Pilih Produk yang Teruji
Pilih wetting agent yang punya data uji dan lembar keselamatan bahan. Sebab, produk asal-asalan bisa gagal memadamkan dan merusak lingkungan. Selain itu, tanyakan kecocokan produk untuk api lahan dan gambut.
3. Campur Sesuai Takaran Produsen
Konsentrasi yang tepat menentukan kinerja cairan. Misalnya, penelitian di Palangka Raya memakai larutan 1 persen volume. Namun, takaran produk Anda bisa berbeda, sehingga baca label dengan teliti.
4. Aduk Rata dalam Air Bersih
Tuang wetting agent ke dalam tangki berisi air, lalu aduk sampai merata. Karena itu, hindari menambah bahan saat pompa sudah menyala karena takaran bisa meleset. Pelan-pelan saja agar busa tidak meluap.
5. Semprot atau Suntikkan ke Titik Panas
Semprot cairan pada permukaan, atau suntikkan ke dalam tanah bila bara berada di bagian bawah. Selain itu, ulangi aplikasi di area yang masih berasap. Dengan demikian, cairan benar-benar mencapai dasar bara.
6. Periksa Ulang Setelah Padam
Cek lokasi beberapa jam kemudian untuk memastikan tidak ada asap baru. Bahkan, tanah yang tampak dingin bisa menyimpan bara. Oleh sebab itu, jaga lokasi sampai suhu dan asap benar-benar hilang.
7. Utamakan Keselamatan dan Lingkungan
Gunakan sarung tangan dan masker saat mengaduk cairan pekat. Selain itu, jangan membuang sisa cairan ke sungai atau kanal. Terakhir, simpan produk di tempat teduh dan jauh dari jangkauan anak.
PT Samidi Udaya menghadirkan rangkaian solusi kimia khusus untuk berbagai kebutuhan industri di Indonesia, segera hubungi kami melalui nomor WhatsApp berikut ini!
Kesimpulan
Pada akhirnya, wetting agent untuk karhutla membantu air menembus tanah dan serasah yang menolak air, sehingga bara padam sampai ke dalam. Bahan ini mempercepat pemadaman, menghemat air, dan mengurangi risiko api menyala kembali. Namun, hasil terbaik tetap bergantung pada pemilihan produk teruji, takaran yang tepat, dan pemeriksaan ulang di lokasi. Oleh karena itu, petugas, perusahaan, dan masyarakat perlu memahami wetting agent untuk karhutla sebelum kebakaran terjadi. Selain itu, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik untuk menjaga hutan dan lahan gambut tetap basah.