Skip to content
Bagaimana Cara Kerja Pestisida Sistemik

Bagaimana Cara Kerja Pestisida Sistemik

Table of Contents

Pestisida memiliki berbagai metode kerja untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Salah satu jenis yang banyak digunakan dalam budidaya pertanian adalah pestisida sistemik. Berbeda dengan pestisida kontak yang hanya bekerja pada bagian tanaman yang terkena semprotan, pestisida sistemik mampu masuk ke dalam jaringan tanaman dan menyebar mengikuti aliran nutrisi.

Pemahaman mengenai pestisida jenis ini penting karena penggunaan yang tepat dapat membantu meningkatkan efektivitas pengendalian hama sekaligus menjaga kesehatan tanaman. Berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian, cara kerja, dan kelebihan penggunaan pestisida sistemik.

Apa Itu Pestisida Sistemik

Apa Itu Pestisida Sistemik
Apa Itu Pestisida Sistemik

Pestisida sistemik merupakan jenis pestisida yang dapat terserap oleh jaringan tanaman melalui daun, batang, maupun akar. Setelah masuk ke dalam tanaman, bahan aktif akan bergerak mengikuti sistem transportasi air dan nutrisi sehingga mampu mencapai berbagai bagian tanaman. Berbeda dengan pestisida kontak yang hanya bekerja pada permukaan tanaman yang terkena semprotan, pestisida sistemik bekerja dari dalam jaringan tanaman.

Karena mampu menyebar ke seluruh bagian tanaman, pestisida sistemik sering digunakan untuk mengendalikan hama penghisap seperti wereng, kutu daun, kutu kebul, dan trips. Selain insektisida sistemik, terdapat pula fungisida sistemik yang digunakan untuk membantu mengendalikan penyakit tanaman yang berasal dari jamur. Kemampuan perlindungan yang lebih menyeluruh membuat pestisida sistemik menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan dalam budidaya tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan.

Bagaimana Cara Kerja Pestisida Sistemik

Bagaimana Cara Kerja Pestisida Sistemik
Bagaimana Cara Kerja Pestisida Sistemik

Cara kerja pestisida sistemik melibatkan proses penyerapan dan distribusi bahan aktif ke seluruh bagian tanaman. Berikut tahapan yang terjadi setelah aplikasi.

1. Penyerapan Melalui Daun atau Akar

Tahap pertama dalam mekanisme pestisida sistemik adalah penyerapan bahan aktif. Ketika larutan disemprotkan pada daun, bahan aktif menembus lapisan permukaan daun dan masuk ke jaringan tanaman.

Pada beberapa produk, aplikasi juga dapat dilakukan melalui tanah sehingga akar menyerap bahan aktif bersama air dan unsur hara. Kemampuan menyerap inilah yang membuat pestisida sistemik memiliki daya kerja berbeda dibandingkan pestisida kontak.

2. Penyebaran Melalui Jaringan Tanaman

Setelah terserap, bahan aktif bergerak melalui jaringan pembuluh tanaman. Proses ini memungkinkan pestisida jenis ini mencapai batang, daun muda, tunas, hingga bagian tanaman yang tidak terkena semprotan.

Kemampuan menyebar secara internal menjadi alasan mengapa pestisida ini sering dipilih untuk tanaman dengan tajuk lebat. Perlindungan tidak hanya terjadi pada area yang terlihat, tetapi juga pada bagian tersembunyi.

3. Masuk ke Dalam Cairan Tanaman

Bahan aktif yang telah menyebar akan bercampur dengan cairan tanaman. Saat hama mengisap cairan daun, batang, atau bagian tanaman lainnya, bahan aktif ikut masuk ke dalam tubuh hama.

Karena bekerja melalui sistem internal tanaman, pestisida ini mampu mengendalikan hama penghisap dengan lebih efektif dibandingkan metode kontak biasa.

4. Mengganggu Sistem Tubuh Hama

Setelah masuk ke tubuh hama, bahan aktif mulai mengganggu fungsi biologis penting seperti sistem saraf, metabolisme energi, atau proses pertumbuhan.

Gangguan tersebut menyebabkan hama kehilangan kemampuan makan, bergerak, berkembang biak, hingga akhirnya mati. Mekanisme kerja dapat berbeda tergantung jenis bahan aktif yang digunakan.

5. Memberikan Perlindungan Lebih Lama

Salah satu keunggulan utama pestisida ini adalah efek perlindungannya yang relatif lebih lama. Karena bahan aktif berada dalam jaringan tanaman, hujan ringan atau embun tidak mudah menghilangkan efektivitasnya.

Hal ini membantu mengurangi frekuensi aplikasi pada beberapa kondisi budidaya sehingga penggunaan menjadi lebih efisien.

Kelebihan Menggunakan Pestisida Sistemik

Kelebihan Menggunakan Pestisida Sistemik
Kelebihan Menggunakan Pestisida Sistemik

Pestisida sistemik memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya banyak digunakan dalam sektor pertanian modern.

1. Efektif untuk Hama Penghisap

Hama seperti wereng, kutu daun, kutu kebul, dan trips memperoleh makanan dengan cara mengisap cairan tanaman. Karena bahan aktif pestisida jenis ini yang berada dalam jaringan tanaman, hama akan terpapar saat melakukan aktivitas makan.

Keunggulan ini membuat pengendalian menjadi lebih efektif dan menyeluruh.

2. Menjangkau Bagian Tanaman yang Sulit

Pada tanaman yang memiliki banyak cabang atau daun rapat, semprotan sering tidak mampu mencapai seluruh permukaan tanaman. Pestisida ini mengatasi masalah tersebut karena bahan aktif menyebar dari dalam jaringan tanaman.

Perlindungan dapat mencapai bagian bawah daun, tunas muda, hingga area yang sulit dijangkau alat semprot.

3. Ketahanan Lebih Baik terhadap Cuaca

Pestisida kontak sering kehilangan efektivitas setelah hujan karena larutan tercuci dari permukaan tanaman. Sebaliknya, pestisida jenis ini yang telah terserap tetap berada dalam jaringan tanaman.

Karakteristik ini memberikan perlindungan yang lebih stabil pada kondisi cuaca yang berubah-ubah.

4. Mengurangi Risiko Penyemprotan Berulang

Efek perlindungan yang lebih lama dapat membantu mengurangi kebutuhan penyemprotan terlalu sering. Selain menghemat waktu, kondisi tersebut juga membantu meningkatkan efisiensi penggunaan produk.

Meskipun demikian, jadwal aplikasi tetap harus mengikuti petunjuk pada label produk agar hasil pengendalian tetap optimal.

5. Mendukung Pertumbuhan Tanaman yang Lebih Sehat

Serangan hama yang terkendali memungkinkan tanaman memanfaatkan nutrisi secara maksimal untuk pertumbuhan dan pembentukan hasil panen.

Ketika digunakan secara tepat dan sesuai dosis, pestisida ini dapat menjadi bagian penting dalam strategi perlindungan tanaman yang efektif.

Kesimpulan

Pestisida sistemik merupakan pestisida yang mampu terserap dan menyebar melalui jaringan tanaman. Cara kerja pestisida ini dimulai dari proses penyerapan, penyebaran bahan aktif, hingga pengendalian hama melalui cairan tanaman yang dikonsumsi hama. Berkat kemampuan tersebut, pestisida ini efektif untuk mengendalikan hama penghisap, menjangkau bagian tanaman yang sulit terkena semprotan, serta memberikan perlindungan yang lebih tahan lama. Penggunaan yang sesuai dosis dan petunjuk aplikasi akan membantu memperoleh hasil pengendalian yang optimal. PT. Samidi Udaya sebagai produsen bahan kimia berkomitmen untuk menyediakan bahan kimia berkualitas untuk kemajuan negeri dan memberikan edukasi seputar bahan kimia untuk masyarakat.